0
Dikirim pada 03 Agustus 2010 di My Self

Kau rembulan dan Aku mentari. :shakehand2 Sungguh pesonamu membuat kata-kata membisu untuk menggambarkanmu. Malam-malam nan syahdu menyanyikan syair-syair yang memuaskan cawan-cawan jiwa saat kilaumu menyemburat dari layar hitam terbentang. :love:

Aku tidak hendak menikmati rupamu. :malu Aku yakin bahwa kau pun tidak suka untuk dinilai dari rupamu semata. 8) Sebab kau jauh berbeda dari mereka yang menghabiskan waktu untuk berlama-lama menghias diri. Memperbagus rupa tetapi jiwa terlupa. Aku yakin, bahwa kau lebih senang menghias dirimu dengan keanggunan jiwa dan keluhuran budi. Aku juga yakin, bahwa kau di didik tidak untuk menjadi wanita-wanita yang bersembunyi dalam kepura-puraan make up duniawi. Kau telah memilih hiasan-hiasan ukhrawi. :flower:

Kau rembulan dan aku mentari. :tabrakan: Aku tidak hendak mengatakan bahwa aku seperkasa mentari 8) dan kau semanis rembulan :hope . Aku sangat tahu bahwa mereka yang menamakan dirinya para pejuang perempuan dibawah payung “Feminisme” tentu tidak senang jika aku menafsirkan demikian. :D

Aku ingat sekali betapa mereka sangat membenci manakala kau hanya diposisikan sebagai pelengkap dalam rumah tangga atau terperangkap dalam wilayah domestik sumur, kasur, dapur. :ngakak padahal kau pasti mengatahui bahwa pintu-pintu surga pun bisa terbentang dari sumur, kasur ataupun dapur. Jelas bagimu, keridhoan Allah diatas segalanya.

Kau rembulan dan Aku mentari. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau dan aku memiliki kesamaan pada satu sisi, :siul tetapi juga perbedaan pada sisi yang lain. Aku tidak ingin berlama-lama dalam pembicaraan ini, tetapi aku hanya ingin memastikan bahwa kau mengetahui itu.

Kau rembulan dan Aku mentari. Mungkin mata tidak pernah melihat kita bersamaan atau memang kita tidak harus bersamaan. Jika aku terbit disiang hari, kau terbit dimalam hari. Bukankah jika kita bersamaan, maka akan terjadi gerhana? :cd

Kau rembulan dan Aku mentari. Titah Sang Raja tak pernah membatasi peranmu atau mengecilkan arti hadirmu. Karenanya aku heran dengan mereka yang menuntut kesetaraan antara aku dan kau. Padahal kau pun begitu mulia dengan peranmu. Mengapa mereka seolah-olah menjadi orang yang paling berhak menentukan peranmu dan kaummu? Kau tidak akan diam dengan apa yang mereka lakukan bukan? :angel:

Kau rembulan dan Aku mentari. Walau bumi kian menua dan manusia makin merasakan kesempitan, ku berharap sinar kita tetap menerangi mereka yang sedang mengembara menuju Tuhannya atau menjadi pelita bagi mereka yang tersesat :hope . Jangan biarkan sejengkal pun wilayah kemulianmu terjajah oleh syahwat-syahwat kesetaraan yang mereka hembuskan. Keadilan, lebih utama bagimu daripada kesetaraan yang mereka inginkan. Damailah dibawah keadilan Tuhanmu. Jika mereka tidak mau tunduk, lawanlah mereka….!!! :hammer



Dikirim pada 03 Agustus 2010 di My Self
comments powered by Disqus


connect with ABATASA