0
21 Okt
Dikirim pada 21 Oktober 2010 di My Self

Yaa Ilahi, Rabbi...
Kutunggu jawaban-Mu di sajadah kalbu
Kusimpan pesona-Mu di relung hati
Kusibak tabir-Mu dengan menanggalkan dosa
Kuraih kasih-Mu dengan bertasbih

Yaa Waduud...
Semaikan benih-benih cinta,
agar Aku dapat menyapa senyum-Mu.
Bukankah setetes air cinta,
tidak akan mengurangi keindahan-Mu.
Bukankah Aku berhak merasakan kemesraan cinta-Mu...
Jikalau Engkau tolak risalahku,
Kemana lagi kualamatkan goresan tinta, cinta dan cita-cita ini...

Yaa Rahman, Yaa Rahim...
Aku memang petualang cinta,
Aku masih mencari dan belajar memaknai cinta,
Sebagian cintaku, kugadaikan pada yang lain.
Namun, dengan keagungan cinta-Mu.
Bukankah Engkau tidak pernah menolak cinta hamba-Mu.
Terimalah puing-puing cintaku,
Balaslah cintaku dengan mahabbah-Mu.

Yaa Arham al-Rahim...
Dihadapan-Mu kupejamkan mata batinku,
Tuk menahan rasa malu.
Nuraniku bertanya,
kado apa yang dapat memikat-Mu...?
Hanyalah risalah cinta ini yang dapat kupersembahkan,
Semoga Engkau berkenan menerimanya.



Dikirim pada 21 Oktober 2010 di My Self
comments powered by Disqus


connect with ABATASA