0
Dikirim pada 25 Oktober 2010 di My Self

saya baru menyadari, bukan fisik saya, bukan pikiran saya  yang lelah, ternyata ruh saya yang lelah !! dalam salah banyak nasehatnya ustadz Rahmat Abdullah berkali-kali mengingatkan salah satu bagian tubuh yang paling sering dilupakan ini. Fisik boleh sehat dengan pasokan makan penuh gizi dan lezat. Kognitif boleh maju dengan segala informasi yang berlimpah. Tetapi ruh !? sering kali ia dilupakan dalam kebutuhannya. Padahal dari sanalah penggerak segala. Ia yang menggerakkan fisik untuk selalu bergerak tanpa henti menyambut tiap amanah dan seruan. Ia yang menyegarkan pikiran untuk selalu mampu mencerap ilmu baru tanpa mengeluh.

Ketika suatu saat engkau merasa dirimu malas dalam melakukan segala sesuatu, hati terasa berat untuk bergerak menuju kebaikan-kebaikan baru, periksa ruhiyah mu !!!. Mungkin ada tilawah yang terlewatkan sebulan khatamnya, mungkin ada ayyamul bidh yang tersilap, mungkin ada qiyamul lail yang tak menemukan ketentramannya, mungkin ada Rabithah penghias bibir saja. Sadarilah, ruhiyah ini perlu dijaga. Bukan hanya bagi diri dan personal para kader dakwah, akan tetapi ruhiyah kita secara berjamaah juga patut dijaga. Dan disanalah letak kekuatan kaum muslim, untuk menyampaikan seruanNya. Qaulan tsaqilaa. Perkataan yang berbobot hadir dari jiwa-jiwa yang kaya akan kekuatan ruhiyah ini.

Setelah kesadaran itu kau cerap, sadarilah pun yang akan kembali kepada Rabbmu, bukan fisik yang kau banggakan kekuatannya, atau pikiran yang asah terus kemampuannya. Yang akan kembali hanyalah ruh mu dengan segala amal yang kau lakukan. Lakalhamdu ya Rabb. Sungguh segala puji hanya bagiMu dan shalawat semoga selalu tercurah pada Rasulullah.

                                                                    .:ditulis sebagai refleksi bagi diri sendiri:.



Dikirim pada 25 Oktober 2010 di My Self
comments powered by Disqus


connect with ABATASA