0



Mencoba terus memahami perilaku generasi sahabat

Mereka yang selalu memandang dunia dengan pandangan yang kecil

Memahami kekata abu bakar

“ya Allah letakkanlah dunia di tanganku, bukan di hatiku”

Memahami umar yang rela tidur hanya beralaskan tikar kasar

Sementara ia adalah penguasa 3 benua

“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, tidakkah kamu mengerti!?”

Ah… apakah itu, itu, petunjuknya ada disana, dalam ayat yang baru kau bacakan tadi

Kehidupan akhirat menjadi lebih indah jika dan hanya jika kamu bertaqwa.

Sementara orang-orang kafir, memandang akhirat sebagai negeri dongeng belaka.

“dan tentu mereka akan mengatakan pula ‘hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan”

Maka saksikanlah, jika hidup di dunia ini memang mereka anggap segala, Allah justru akan memberikan kesenangan itu

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa”

Dan di akhirat kemudian, sungguh mereka akan mendapat adzab yang pedih.

Ah, dunia memang kecil, bahkan kesenangan di dalamnya pun belum tentu berupa kebaikan



Disarikan dari tadabbur pribadi surat al-an’am ayat 32-44





Dikirim pada 25 Oktober 2010 di My Self


connect with ABATASA